About

Gelombang pasang surut
Aku berada diantara kosmik kehidupan, dimana jalan-jalan didepan bisa kuperagakan saat ini. Yang kurasakan sebelumnya adalah kebingungan untuk memilih keputusan berdilema kuat, rangkaian peristiwa yang belum pernah terjadi seakan menghantuiku untuk segera dipilih dan ditindak. Semuanya tampak jelas !, semuanya dapat berakhir seperti layaknya nelayan yang pergi diwaktu pasang dan pulang dengan ikan saat pantai surut.
Ah…., kenapa ini…. Kenapa aku masih disini ??!!! Aku mampu untuk menyewa sebuah kapal selam untuk memburu ikan paus sekalipun, atau dua ikan paus…, atau tiga ikan paus. Tapi tetap saja…. aku masih disini……
Dimanakah jiwaku yang hilang ?, kenapa kau pergi tanpa pulang ?, aku terus menunggu dan menunggu…., dari rajutan sehelai kain yang kujahit sampai bisa melawan angin musim dingin.
Hatiku selalu menangis…, akan ketidakberdayaan melawan masa yang seakan tercipta untuku…, aku ingin hilang dan berlalu…, meski kutahu pahitnya kenyataan untuk tetap hadir dan menanggung malu serta derita.
Oh cintaku pasang dan surut…, timbul dan tenggelam bersama bumi sang dewi pertiwi. Kumohon maafkan aku bila aku hanya bisa pulang dengan sedih dan luka, yang membuatku sadar, yakin, dan tak akan pernah kuragukan lagi … bahwa Engkau Cinta Sejatiku.
Terimakasih Tuhan.
1 comment so far
Leave a reply
Ass..
Salam kenal, puisinya bagus2, boleh belajar ni?